Lucu kalau diingat lagi. Awalnya, bukan dia yang mendekatiku, tapi temannya. Hampir setiap malam, temannya ini selalu menyelipkan namanya di tengah obrolan kami. Cerita tentang dia, kebiasaannya, sampai hal-hal random tentang hidupnya.
Lama-lama, rasa penasaran itu muncul. Aku yang awalnya cuma pendengar setia, mulai bertanya-tanya “Memangnya dia orangnya kayak gimana sih?” Rasa kepo itu akhirnya menuntun jariku ke satu aplikasi TikTok.
Setelah nemu akunnya, aku kepoin. Ternyata, dia kepoin aku balik dan langsung di follow sama dia🤭. apa yang kulihat di videonya jauh lebih menarik dari sekadar cerita temannya. Nggak butuh waktu lama aku follback, dan dari sanalah gerbang obrolan itu terbuka.
Kami mulai chatingan. Awalnya basa-basi, tapi entah kenapa frekuensinya langsung 'klik'. Dari yang tadinya bercanda, obrolan kami berubah jadi dalam. Kami mulai saling terbuka tentang masa lalu... tentang hubungan kami yang sama-sama kandas dan meninggalkan luka.
Ternyata, diceritakan tentang dia setiap malam adalah cara semesta buat memperkenalkanku pada 'rumah' yang baru. Kami dipertemukan lewat cerita orang lain, disatukan oleh rasa sakit yang sama, dan kini tumbuh untuk saling menyembuhkan.